Opini

Ketika Ilhamsyah Alumni UIN Alauddin Berbicara Tentang Kopi

Barrunews.com, Makassar– Kegiatan bertajuk Coffee Talk yang dilangsungkan di La Macca Creative Corner mengahadirkan Ilhamsyah. Pemuda kelahiran 24 tahun silam adalah salah satu barista di SOFIKOPI Coffee and Roastery yang berada di Jalan AP. Pettarani.

Bincang kopi yang berlangsung Jumat malam, 6 April 2018 memberi hipotesa sederhana bahwa belakangan ini, maraknya warung kopi (warkop) membuat kopi menjadi salah satu lifestyle atau gaya hidup. Kopi menjadi pilihan setiap orang dalam menghargai waktunya.

“Saat ini, kopi menjadi pilihan setiap orang dalam menghargai waktunya. Makanya ada istilah coffebreak. Waktu-waktu senggangnya ditemani dengan kopi, meski hanya seorang diri.” tutur Ilhamsyah yang juga berkecimpung di Masyarakat Literasi Wajo.

Kopi juga menjadi salah satu jalan untuk melakukan interaksi sosial dalam masyarakat.

“Meskipun kita mengajak seseorang untuk ngopi di warkop atau cafe, tapi kadang juga ujung-ujungnya pesan teh atau jus, bukan kopi. Tidak ada orang yang ngajak ngejus” ujarnya pada acara yang digelar berkat kerjasama PC-PHI Makassar.

Pemuda yang tumbuh besar di Wajo itu mengungkapkan, secara subjektif dirinya tidak setuju dengan istilah penikmat kopi, karena terlalu terkesan seksis dan bias gender.

“Karena saya ibaratkan kopi adalah seorang perempuan, kesannya jika menikmati, seolah kita sedang menikmati perempuan. Saya lebih senang memakai istilah pecinta, mencintai kopi” ujarnya dengan fillsofis.

Berada di daerah subtropis, Indonesia masuk pada peringkat 4 produsen kopi dunia menurut lama trandingtopmust.com. Menjadi wajar bila masyarakat Indonesia sangat dekat dengan kopi, meski tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia.

“Saat ini, perkopian memasuki arus gelombang kedua. Era milenial sekarang, kopi lebih dihargai pada prosesnya. Gelombang pertama ada pada kopi sachet” tutur alumni UIN Alauddin Makassar tersebut.

Ilhamsyah juga menuturkan bahwa, karakter setiap kopi itu memiliki berbagai cita rasa tergantung di daerah mana ia tumbuh serta bagaimana prosesnya.

“Proses cita rasa tersebut 70 persen berasal dari petani, 20 persen dari proses penyangraian, dan 10 persen dari baristanya. Jadi andil terbesar dari kopi yang Anda minum berasal dari petani.” tambahnya.

Topik
Tampilkan lagi

Tinggalkan Komentar

Close
Close