Kesehatan

Cara Obati Kanker Dengan Daun Sirsak Menurut Hasil Penelitian

Barrunews.com, Kesehatan– Sirsak merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Rasa sirsak manis dan asam. Buah sirsak atau dagingnya kaya akan serat. Setiap 100 g daging sirsak yang dimakan mengandung 3.3 g serat yang dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat per hari. Selain mengandung serta, juga mengandung banyak karbohidrat (terutama fruktosa, vitamin C, B1, dan B2.

Selain daging buahnya yang kaya akan gizi, daunnya pun mengandung senyawa yang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Daun sirsak memang merupakan bagian yang paling bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan daun sirsak menjadi populer ketika hasil dari sebuah penelitian menyatakan bahwa terdapat senyawa yang dapat mengobati kanker dalam daun sirsak.

Daun Sirsak

Salah satu kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan dalam daun sirsak adalah acetogeninAcetogenin merupakan kumpulan senyawa aktif yang memiliki aktivitas sitotoksik (membunuh racun) di dalam tubuh dengan cara menghambat transport ATP (adenosina trifosfat) atau energi yang dibutuhkan sel kanker untuk berkembang. Acetogenin masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria.

Banyak orang yang lebih memilih untuk menjalani pengobatan alternatif untuk mengatasi penyakit yang dialaminya. Selain harganya lebih terjangkau dan aksesnya juga mudah, obat herbal difavoritkan ketimbang obat-obatan kimia karena menggunakan bahan-bahan alami sehingga dinilai minim risiko komplikasi dan efek samping. Salah satu ramuan alami yang diklaim ampuh mengobati kanker adalah daun sirsak. Apa kata dunia medis seputar anggapan ini?

Benarkah daun sirsak bisa mengobati kanker?

Sudah cukup banyak penelitian medis yang melaporkan bahwa daun sirsak (graviola) memiliki sifat antikanker. Salah satu contohnya adalah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Cancer Prevention. Penelitian tersebut melaporkan bahwa kandungan zat annonaceous acetogenins yang terdapat dalam daun sirsak dapat menghambat perkembangan sel kanker.

Rebusan Daun Sirsak

Hasil temuan di atas mirip dengan laporan sebuah penelitian yang berasal dari Universty of Nebraska Medical Center. Tim periset menemukan bahwa ekstrak graviola mampu membantu menghambat pertumbuhan hingga mematikan sel kanker pankreas. Sejumlah penelitian lainnya juga menyatakan bahwa ekstrak daun sirsak mampu menghambat masa hidup sel-sel kanker payudara yang sedang berkembang.

Tak hanya itu. Berbagai penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa daun sirsak mempunyai zat antiradang dan antibakteri. Kedua sifat ini dilaporkan dapat membantu meringankan efek samping kemoterapi dan pengobatan kanker lainnya.

Jangan sembarangan minum suplemen daun sirsak jika sedang kemoterapi

Meski potensi manfaatnya menggiurkan untuk dicoba, sebaiknya konsultasikan dulu dengan tim dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen daun sirsak selama Anda sedang kemoterapi.

Bukti ilmiah untuk mendukung klaim manfaat daun sirsak untuk mengobati atau mencegah kanker sampai saat ini masih kurang kuat. Temuan-temuan di atas masih bersifat dugaan awal karena dibuat hanya berdasarkan uji kultur sel kanker di laboratorium. Belum ada penelitian yang menerapkan percobaannya pada pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan teori manfaat ini.

Jika Anda kebetulan minum suplemen herbal di saat yang bersamaan sedang menjalani kemoterapi konvensional, efek obat tambahan dari daun sirsak dicurigai dapat berinteraksi dengan obat medis dan meningkatkan risiko toksisitas pada organ tubuh. Beberapa penelitian kecil melaporkan bahwa ekstrak graviola dapat menimbulkan risiko kerusakan sistem saraf.

Obat herbal bukanlah pilihan pengobatan kanker yang utama

Pengobatan alternatif, apapun bentuknya, bukan untuk menggantikan pengobatan dan/atau terapi medis dari dokter, melainkan hanya sebagai tambahan/pelengkap. Artinya, terapi penyembuhan penyakit yang ideal seharusnya tetap mengutamakan pengobatan medis dokter.

Karena itu obat herbal sebaiknya hanya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan, pemulihan penyakit, atau menurunkan risiko dari penyakit — bukan untuk menyembuhkan. Suplemen herbal juga tidak boleh diminum sembarangan karena reaksi tiap orang terhadap obat-obatan bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu obat herbal yang ternyata cocok untuk Anda akan memberikan khasiat yang sama pada anak atau tetangga Anda.

Jadi, alangkah lebih baik jika Anda memprioritaskan rencana pengobatan Anda dengan perawatan medis yang didapat dari dokter dan tenaga profesional kesehatan lainnya. Namun bila memang Anda ingin mencoba minum suplemen daun sirsak demi meraih manfaatnya, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter yang memahami kondisi Anda. (yy)

Topik
Tampilkan lagi

Tinggalkan Komentar

Close
Close